Dokumen ini merangkum tiga metode item selection multidimensional CAT (A-Optimal, D-Optimal,
KL-Information). Fokus dokumen: teori tiap metode, contoh perhitungan manual per item,
serta kelebihan/kekurangan masing-masing.
Model & Notasi Dasar (dipakai oleh ketiga metode)
Model respons item yang dipakai adalah M3PL/M2PL multidimensional-compensatory [1][2]:
Ii(θ) adalah outer producta⋅a⊤ dikali skalar w —
secara aljabar linear matriks ini selalu rank 1[1, p.276: "the matrix has rank one"], apa pun
nilai θ. Fakta rank-1 ini adalah akar dari kasus degenerate yang dialami D-optimal dan
A-optimal di round-round awal (lihat #4).
Keterangan variabel (FIM):
Simbol
Arti
Ii(θ)
Fisher Information Matrix (FIM) item i pada kemampuan θ — matriks k×k (k = jumlah dimensi, k=3 di notes ini)
w
Skalar bobot informasi item (information weight) — mengukur seberapa informatif item pada θ saat ini
a⋅a⊤
Outer product vektor a dengan dirinya sendiri → matriks k×k, elemen (l,p)=al⋅ap
P∗
Peluang benar tanpa komponen guessing — bagian sigmoid murni dari model M3PL, P∗=σ(a⋅θ+d)
P′
Turunan P terhadap linear predictor a⋅θ+d — mengukur kecuraman kurva ICC di titik θ
Q
Peluang menjawab salah, Q=1−P (komplemen dari P)
Item Bank Snapshot
Item bank snapshot (dipakai konsisten di seluruh notes & contoh di bawah):
ID
Content area
a = [verbal, numeric, reasoning]
d
c
m2p-v001
verbal
[1.9, 0.2, 0.3]
+0.40
0.0
m2p-v002
verbal
[1.7, 0.2, 0.2]
+0.10
0.0
m2p-n001
numeric
[0.3, 1.9, 0.4]
+0.80
0.0
m2p-n002
numeric
[0.3, 1.8, 0.4]
+0.50
0.0
m2p-r001
reasoning
[0.5, 0.4, 2.0]
+0.30
0.0
m2p-r002
reasoning
[0.3, 0.8, 1.9]
+0.60
0.0
m2p-r003
reasoning
[0.4, 0.3, 1.8]
+0.70
0.0
1. D-Optimal
1.1 Teori
D-optimality berasal dari teori optimal design klasik (maxdet(X⊤X), Wald 1943; dinamai
"D-optimal" oleh Kiefer & Wolfowitz 1959) [4, p.15–16], diterapkan pertama kali ke CAT
multidimensional oleh Segall (1996) [6] dan diformalkan oleh Mulder & van der Linden (2009)
[1, Eq.8, p.277]:
argimaxdet(FIMcum+FIMi)
Memaksimalkan determinan FIM gabungan meminimalkan volume ellipsoid kepercayaan (confidence
ellipsoid) dari estimasi MLE θ^ setelah item ke-k dijawab [1, p.277].
det(⋅) di sini berperan sebagai ukuran "volume informasi" multidimensional — makin besar
determinan, makin sempit/presisi ellipsoid kepercayaan θ^ di semua dimensi
sekaligus.
Keterangan variabel:
Simbol
Arti
i
Indeks kandidat item yang sedang dievaluasi (menjalankan seluruh item di pool eligible)
argmaxi
Pilih item i yang memaksimalkan ekspresi di sebelah kanan
det(⋅)
Determinan matriks — ukuran "volume" informasi multidimensional
FIMcum
FIM kumulatif dari seluruh item yang sudah di-administer sebelumnya (=∑j∈SIj(θ), S = himpunan item administered)
Estimasi kemampuan examinee saat ini (hasil MLE/MAP/EAP dari respons sebelumnya, bukan θ sebenarnya yang tidak diketahui)
k (pada "item ke-k")
Indeks urutan item dalam tes (item ke berapa yang sedang dipilih) — catatan: simbol k di sini berbeda dari k = jumlah dimensi yang dipakai di bagian lain notes ini
det_score=det(FIMcum+FIMi)=det(0+FIMi)=0(rank-1, selalu 0 di round 1)
Probability & weight seluruh item (langkah yang sama, z=a⋅[0,0,0]+d=d, urutan
sesuai Item Bank Snapshot):
Item
a
d
z
P
Q
w=PQ
m2p-v001
[1.9,0.2,0.3]
0.40
0.40
0.598688
0.401312
0.240261
m2p-v002
[1.7,0.2,0.2]
0.10
0.10
0.524979
0.475021
0.249376
m2p-n001
[0.3,1.9,0.4]
0.80
0.80
0.689974
0.310026
0.213910
m2p-n002
[0.3,1.8,0.4]
0.50
0.50
0.622459
0.377541
0.235004
m2p-r001
[0.5,0.4,2.0]
0.30
0.30
0.574443
0.425557
0.244458
m2p-r002
[0.3,0.8,1.9]
0.60
0.60
0.645656
0.354344
0.228784
m2p-r003
[0.4,0.3,1.8]
0.70
0.70
0.668188
0.331812
0.221713
Determinan FIMi sendirian selalu 0 untuk θ berapa pun — konsekuensi langsung
dari sifat rank-1 outer product a⋅a⊤[1, p.276]. Round 1 D-optimal karena itu
degenerate: semua item mendapat det_score≈0 (tanda ± murni artefak
floating-point dari determinan matriks rank-deficient). Tidak ada mekanisme yang membedakan
item-item ini:
Rank
Item
Area
det_score
Note
1
m2p-v001
verbal
−0.00000000
SELECTED
2
m2p-v002
verbal
0.00000000
3
m2p-n001
numeric
−0.00000000
4
m2p-n002
numeric
−0.00000000
5
m2p-r001
reasoning
0.00000000
6
m2p-r002
reasoning
0.00000000
7
m2p-r003
reasoning
−0.00000000
Selected: m2p-v001 — menang murni karena urutan iterasi array (item pertama di
Item Bank Snapshot), bukan karena keunggulan matematis. Ini konsisten dengan perilaku
select_next_item yang sesungguhnya: karena score > best_score gagal untuk skor yang sama,
kandidat pertama yang ditemukan tidak pernah tergeser oleh kandidat lain yang skornya sama-sama 0.
D-optimal baru "meaningful" (det>0) mulai round 3+, setelah FIMcum
terakumulasi rank ≥2 dari item-item sebelumnya [1, p.277: rank IS(θ)=p, kecuali
item-item punya diskriminasi proporsional identik].
Round 2 (θ^=[0,0,0], administered = [m2p-v001]) masih degenerate
dengan alasan sama: FIMcum (rank-1, dari v001) +FIMi (rank-1) hanya
mencapai rank ≤2<3, sehingga det_score≈0 untuk semua 6 kandidat tersisa.
Winner-nya: m2p-v002 — lagi-lagi item pertama dalam urutan iterasi di
antara kandidat yang tersisa, bukan karena kriteria apa pun.
FIMcum adalah hasil penjumlahan elemen-per-elemen dari FIM dua item yang sudah
di-administer, FIMcum=FIMv001+FIMv002 — bukan dihitung
ulang dari awal, melainkan diakumulasi dari FIMi tiap item yang sudah dijawab
sebelumnya (lihat definisi FIMcum=∑j∈SIj(θ) di #1.1).
FIMv001 (sudah dihitung lengkap di #1.2.1 sebagai "Contoh lengkap m2p-v001",
θ=[0,0,0], w=0.240261):
Karena av001=[1.9,0.2,0.3] dan av002=[1.7,0.2,0.2]tidak proporsional
(rasio komponen beda: 1.9/1.7=0.2/0.2), jumlah dua outer product rank-1 ini mencapai
rank 2 penuh — bukan rank ≤ 1, karena av002 tidak berada di garis (span 1-D) yang
dibentuk av001.
Diagonal [1.5880,0.0196,0.0316]: dimensi verbal sudah sangat kuat (kedua item Round 1–2
sama-sama verbal), numeric dan reasoning nyaris tanpa informasi — numeric sedikit lebih lemah.
updated_FIM = cum_FIM(rank-2) + item_FIM_n001(rank-1). Karena an001 tidak berada
di span 2-D yang dibentuk av001 dan av002, penjumlahan mencapai
rank 3 penuh → det>0 — pertama kalinya determinan lolos dari degenerasi sejak Round 1.
Dengan cara yang sama untuk 4 kandidat lain:
Item
a
w
det(FIMupdated)
m2p-n001
[0.3,1.9,0.4]
0.213910
0.00084651
m2p-n002
[0.3,1.8,0.4]
0.235004
0.00083829
m2p-r002
[0.3,0.8,1.9]
0.228784
0.00041501
m2p-r001
[0.5,0.4,2.0]
0.244458
0.00021800
m2p-r003
[0.4,0.3,1.8]
0.221713
0.00014093
Ranking Round 3:
Rank
Item
Area
det_score
Note
1
m2p-n001
numeric
0.00084651
SELECTED
2
m2p-n002
numeric
0.00083829
3
m2p-r002
reasoning
0.00041501
4
m2p-r001
reasoning
0.00021800
5
m2p-r003
reasoning
0.00014093
Selected: m2p-n001 — di Round 3 semua kandidat punya det_score>0 yang berbeda-beda,
jadi tidak ada lagi ambiguitas seperti Round 1–2. D-optimal memilih item numeric karena
dimensi numeric adalah dimensi terlemah di FIMcum saat ini
(FIMcum[1][1]=0.0196, lebih kecil dari reasoning 0.0316 dan jauh lebih kecil dari
verbal 1.5880 yang sudah dikuatkan v001+v002). m2p-n001 menang tipis atas m2p-n002
karena loading numeric-nya sedikit lebih tinggi (a1=1.9 vs 1.8). Item reasoning kalah telak
karena reasoning bukan dimensi terlemah. Ini persis perilaku D-optimal: memaksimalkan volume,
menargetkan arah yang paling menambah determinan — bukan rata-rata varians (band. A-optimal #2).
1.3 Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan:
Landasan teori sangat matang — asal-usulnya dari teori optimal design regresi klasik yang sudah
dipakai puluhan tahun [4], dan diadaptasi formal ke MIRT-CAT [1][6].
Interpretasi geometris jelas: memaksimalkan volume informasi (meminimalkan volume ellipsoid
kepercayaan) — menyeimbangkan presisi di semua dimensi secara multiplikatif sekaligus.
Cocok saat tujuan tes adalah estimasi θ multidimensional yang presisi merata di semua
dimensi tanpa bias ke satu dimensi tertentu.
Kekurangan:
Degenerate di round-round awal: FIMi per item selalu rank-1, sehingga det=0
sampai FIMcum mencapai rank ≥2 (butuh minimal 2 item dari arah berbeda). Tidak
ada. fallback ketika tiebreak pada round-round ini — pemilihan murni bergantung pada
urutan iterasi array (lihat #1.2.1), bukan kriteria matematis.
Skalanya bersifat multiplikatif (produk determinan) — kurang agresif menargetkan dimensi yang
jauh lebih lemah dibanding A-optimal (lihat #2.3 untuk kontras).
Bergantung pada FIMcum (riwayat item sebelumnya), bukan murni informasi item saat
ini — beda filosofi dengan KL-information (#3) yang selalu lokal terhadap θ^ terkini.
2. A-Optimal
2.1 Teori
A-optimality [1, Eq.16, #4.1.2, p.±282–284] didefinisikan sebagai kriteria yang "minimize the sum
of the (asymptotic) sampling variances of the MLEs of the abilities", ekuivalen dengan
meminimalkan trace dari invers FIM:
argimintr((FIMcum+FIMi)−1)
Skor dinegasikan agar higher = better:
a_scorei=−tr((FIMcum+FIMi)−1)
tr(FIM−1) adalah jumlah asymptotic variance MLE
θ^ di semua dimensi (Cramér–Rao lower bound:
FIM−1≈cov(θ^)). Berbeda dari D-optimal
yang memaksimalkan volume (produk/determinan), A-optimal meminimalkan rata-rata varians
(jumlah/trace) — lebih sensitif terhadap dimensi yang paling lemah secara individual.
Keterangan variabel:
Simbol
Arti
i
Indeks kandidat item yang sedang dievaluasi
argmini
Pilih item i yang meminimalkan ekspresi di sebelah kanan
tr(⋅)
Trace matriks — jumlah elemen pada diagonal utama (tr(M)=∑iMii)
(⋅)−1
Invers matriks
FIMcum, FIMi
Sama seperti di #1.1 D-Optimal — FIM kumulatif dan FIM item kandidat
a_scorei
Skor akhir A-optimal untuk item i, dinegasikan dari tr((⋅)−1) agar "skor lebih tinggi = lebih baik" (konsisten dengan D-optimal/KL yang juga argmax)
cov(θ^)
Matriks kovarians estimasi θ^ — makin kecil diagonalnya, makin presisi estimasi kemampuan
2.2 Perhitungan Manual Per Item
2.2.1 Case Degenerate
Round 1, θ^=[0,0,0], 0 item administered
Karena belum ada item administered, FIMcum=0, sehingga
FIMupdated=FIMi — matriks rank-1 (lihat #0). Contoh
m2p-r001 (a=[0.5,0.4,2.0], d=0.30; w=0.244458 — nilai yang sama seperti entri
m2p-r001 di tabel probability & weight #1.2.1, karena keduanya dihitung pada θ=[0,0,0]
yang sama):
Cek rank via Row Echelon Form (Gaussian elimination):
R2←R2−0.06110.0489R1=R2−0.8000R1⇒[0,≈0,≈0]
R3←R3−0.06110.2445R1=R3−4.0000R1⇒[0,≈0,≈0]
REF=0.0611000.0489000.244500⇒rank=1<3
(Faktor eliminasi R2,R3 persis a2/a1=0.4/0.5=0.8 dan a3/a1=2.0/0.5=4.0 — konsekuensi
aljabar langsung dari struktur outer product a⋅a⊤, berlaku untuk w berapa
pun, bukan kebetulan numerik.)
Rank <3 (tidak full rank) ⇒FIMupdatedsingular
(det=0) ⇒ invers tidak terdefinisi⇒a_score=−tr(FIMupdated−1)=−∞. Ini berlaku untuk semua
item di round 1 (semua FIMi adalah outer product rank-1):
Rank
Item
Area
a_score
Note
1–7
(semua item)
—
−∞
tiebreak = urutan array (tidak ada mekanisme eksplisit)
Round 2 (1 item administered): FIMcum = 1 matriks rank-1. Untuk kandidat mana pun,
FIMupdated=rank-1+rank-1, yang secara aljabar menghasilkan
rank≤2<3 — masih singular, a_score=−∞ untuk semua kandidat.
A-optimal baru berpotensi non-degenerate mulai round k+1 (round 4 untuk k=3 dimensi), yaitu
setelah 3 item dari arah yang cukup berbeda ter-administer sehingga FIMcum mencapai
rank penuh.
2.2.2 Case Non-Degenerate
Round 4, θ^=[1.0,−0.5,0.5], 3 item administered
Setelah 3 item (r001, v001, n001) di-administer, FIMcum terakumulasi rank-3 (full
rank — prasyarat A-optimal agar invers terdefinisi):
Diagonal [0.3434,0.9007,0.6051] → dimensi verbal (indeks 0) punya informasi paling rendah →
A-optimal diharapkan memprioritaskan item dengan loading verbal tinggi.
Ranking Round 4 (semua 4 kandidat dihitung dengan cara sama):
Rank
Item
Area
a_score
tr(inv)
Note
1
m2p-v002
verbal
-5.2956
5.2956
SELECTED
2
m2p-r002
reasoning
-6.4255
6.4255
3
m2p-r003
reasoning
-6.6540
6.6540
4
m2p-n002
numeric
-6.9767
6.9767
m2p-v002 menang karena loading verbal tertinggi di antara kandidat, dan verbal adalah dimensi
"terlemah" (informasi diagonal FIMcum paling rendah) — A-optimal secara agresif
menargetkannya. Sama seperti D-optimal (#1.2.1), A-optimal juga tidak punya mekanisme tiebreak
apa pun di API production untuk kasus degenerate di #2.2.1 — bedanya, A-optimal mengembalikan
−∞ secara eksplisit (bukan 0 seperti D-optimal) saat matriks singular, tapi selection
round awal tetap murni bergantung pada urutan array item di kedua metode.
2.3 Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan:
Landasan teori sama kuatnya dengan D-optimal, berasal dari kerangka optimal-design/Mulder & van
der Linden yang sama [1, Eq.16].
Interpretasi statistik langsung: meminimalkan rata-rata standard errorθ^ di semua
dimensi — target yang mudah dijelaskan ke stakeholder non-teknis (skor makin presisi).
Lebih agresif menargetkan dimensi terlemah dibanding D-optimal — cocok ketika satu dimensi
jauh tertinggal dan perlu diprioritaskan segera.
Kekurangan:
Degenerate lebih parah dari D-optimal: butuh FIMcum full rank (rank=k,
seluruh k dimensi), bukan hanya rank ≥2 — sehingga degenerasi berlangsung sampai round
k+1 (round 4 untuk k=3 dimensi), lebih lama dari D-optimal (round 3).
Tidak ada fallback/tiebreak saat degenerate (−∞ untuk semua kandidat) — sama seperti
D-optimal, tidak ada mekanisme apa pun di API production untuk kasus ini (lihat #2.2.1/#1.2.1).
Rekomendasi: gunakan A-optimal hanya setelah minimal k item dari arah berbeda ter-administer.
Perhitungan invers matriks lebih mahal secara komputasi dibanding determinan (D-optimal) atau
integral tertutup (KL-information), dan berisiko numerically unstable saat matriks nyaris
singular.
Menurut [1, #4.1] hasil A-optimal dan D-optimal pada MCAT umumnya "largely similar" tapi
tidak identik — jadi manfaat tambahannya di atas D-optimal marginal pada kebanyakan skenario,
kecuali saat ketimpangan antar-dimensi besar.
3. KL-Information (Kullback-Leibler Information)
3.1 Teori
Dikembangkan oleh Chang & Ying (1996) [7], diverifikasi silang dari dua sumber terbuka
[3, Eq.9–10][5, Eq.4&6]. Berbeda dari D-optimal/A-optimal, KL-information tidak bergantung pada
FIMcum — skor dihitung langsung dari parameter item (a, d, c) dan
θ^ saat ini.
KL pointwise (KL divergence eksak antar dua distribusi Bernoulli):
KL information global (moving average, diintegralkan di sekitar θ^):
Kˉi(θ^)=∫θ^−δθ^+δKi(θ∥θ^)dθδ=m+1C
m = jumlah item administered, C = konstanta (default C=3, ~3 galat baku asimtotik). Item
dipilih dengan argmaxiKˉi(θ^). Karena model compensatory MIRT Pi(θ)
hanya bergantung pada θ lewat skalar z=a⋅θ+d, reduksi
multidimensional→skalar berlaku eksak (bukan aproksimasi):
Ki(θ∥θ^)=Ki(z∥z^)
— integral dihitung dalam ruang z satu dimensi.
Karena ini adalah KL divergence Bernoulli baku, nilainya selalu ≥0 (Gibbs' inequality)
dan selalu finite — tidak ada kasus degenerate di round manapun.
Keterangan variabel:
Simbol
Arti
Ki(θ∥θ^)
KL divergence pointwise item i — "jarak informasi" antara distribusi Bernoulli respons pada θ vs θ^
θ (di dalam Ki(θ∥θ^) dan integral)
Nilai kemampuan yang diintegralkan (variabel dummy di sekitar θ^) — bukan kemampuan examinee sebenarnya
θ^
Estimasi kemampuan examinee saat ini (titik pusat integrasi)
Pi(θ), Pi(θ^)
Peluang benar item i pada kemampuan θ / θ^ (fungsi model M2PL/M3PL di #0)
ln
Logaritma natural
Kˉi(θ^)
KL information global item i — hasil integral Ki di sekitar θ^ (dipakai untuk ranking item)
∫θ^−δθ^+δ
Integral pada interval sepanjang 2δ berpusat di θ^
Konstanta skala interval (default C=3, ~3 galat baku asimtotik)
m
Jumlah item yang sudah di-administer sejauh ini di sesi berjalan
z, z^
Linear predictor z=a⋅θ+d dan z^=a⋅θ^+d — reduksi skalar dari θ multidimensional (lihat pembuktian Ki(θ∥θ^)=Ki(z∥z^) di atas)
3.2 Perhitungan Manual Per Item — Tidak Ada Kasus Degenerate
Berbeda dari D-optimal (#1.2.1) dan A-optimal (#2.2.1), KL-information tidak punya kasus
degenerate: skor tidak bergantung pada FIMcum sama sekali (lihat #3.1), sehingga
kl_score selalu finite dan ≥0 di round manapun — termasuk round 1 tanpa item administered
sama sekali. Dua contoh di bawah (Round 1 dan Round 4) sama-sama merupakan kasus non-degenerate;
disajikan berdampingan untuk menunjukkan sifat adaptif δ terhadap m.
m2p-v002 menang karena z^ paling dekat ke pusat interval integrasi (P≈0.5, titik kemiringan ICC maksimum) — konsisten dengan temuan Chang & Ying bahwa KLI dapat berbeda dari seleksi berbasis Fisher information murni pada tahap awal tes [3].
Selected: m2p-n002 — interval integrasi mengecil dari δ=3.0 (Round 1) menjadi
δ=1.5 (Round 4), skor keseluruhan turun skala (∼0.14–0.27 vs ∼1.7–1.9 di Round 1),
dan pemenangnya berganti dari m2p-v002 ke m2p-n002 (z^=0.10 paling dekat pusat kurva ICC
untuk θ^ baru ini) — menunjukkan sifat adaptif: δ mengecil seiring bertambahnya
item administered, membuat kriteria makin "lokal"/mirip Fisher information murni. Berbeda dengan
D-optimal/A-optimal, transisi Round 1 → Round 4 di sini tidak melibatkan perubahan status
degenerate → non-degenerate — keduanya sama-sama valid dan finite sejak awal.
3.3 Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan:
Tidak pernah degenerate — skor selalu finite dan ≥0 (Gibbs' inequality) di round
manapun, termasuk round 1 tanpa FIMcum sama sekali. D-optimal dan A-optimal
butuh tiebreak di round-round awal dan tidak punya fallback (murni
urutan array, lihat #1.2.1/#2.2.1) — KL-information tidak pernah menghadapi masalah ini sama
sekali karena skornya tidak pernah seri/tak terdefinisi.
Terbukti secara empiris mengurangi bias dan MSE estimasi kemampuan dibanding Fisher
information murni (MFI), khususnya pada tes pendek (m<30) atau tahap awal tes ketika
θ^ masih jauh dari θ sebenarnya [3, p.6].
Mekanisme adaptif built-in: interval integrasi δ mengecil otomatis seiring bertambahnya
item (δ=C/m+1) — "global" di awal (toleran ketidakpastian θ^ awal),
"lokal" di akhir (presisi).
Reduksi multidimensional→skalar bersifat eksak (bukan aproksimasi) untuk model compensatory
MIRT, karena Pi hanya bergantung pada θ lewat z=a⋅θ+d.
Kekurangan:
Greedy murni terhadap θ^ saat ini — tidak mempertimbangkan
FIMcum/informasi kumulatif dari item-item sebelumnya sama sekali, berbeda dari
D-optimal/A-optimal yang eksplisit menyeimbangkan kontribusi terhadap total informasi terkumpul.
Berpotensi kurang optimal untuk menyeimbangkan informasi antar-dimensi (tidak ada insentif
eksplisit menargetkan dimensi yang lemah).
Bergantung pada pilihan konstanta C (default 3) yang menurut Chang & Ying sendiri "ambigu" —
tidak ada nilai tunggal yang ditentukan secara pasti oleh teori [3, p.6].
Definisi generalisasi multidimensional (interval integrasi dalam ruang z) adalah keputusan
implementasi, bukan dikutip langsung dari paper multidimensional formal (Veldkamp & van der
Linden 2002; Mulder & van der Linden 2010) yang tidak berhasil diakses full-text saat notes
ditulis — meski kesetaraan Ki(θ∥θ^)=Ki(z∥z^) tetap terbukti benar
secara independen dari model sendiri.
Biaya komputasi integral numerik (Simpson, 40 panel per item per kandidat) lebih tinggi
per-evaluasi dibanding determinan/trace tunggal, meski ini bukan bottleneck signifikan dalam
praktik.
Butuh parameter mentah item (a, d, c) langsung, bukan hanya FIMi — sedikit
lebih kompleks secara komputasi dibanding 3 metode lain yang berbasis FIM murni.
[2] Baker, F. B. (2001). The Basics of Item Response Theory (2nd ed.). ERIC Clearinghouse on
Assessment and Evaluation, University of Maryland. Full text gratis (ERIC ED458219):
https://files.eric.ed.gov/fulltext/ED458219.pdf (mirror: https://www.ime.unicamp.br/~cnaber/Baker_Book.pdf).
Dipakai untuk item information 2PL (p.109, Eq.6-3: I(θ)=a2P(θ)Q(θ)) dan 3PL
(p.111, Eq.6-5: I(θ)=a2P(θ)Q(θ)(1−c)2(P(θ)−c)2) —
dibuktikan identik secara aljabar dengan formula w=(P′)2/(PQ) yang dipakai di ketiga metode
pada dokumen ini.
[6] Segall, D. O. (1996). Multidimensional Adaptive Testing. Psychometrika, 61(2), 331–354.
Sumber asli/historis kriteria D-optimal untuk MIRT-CAT, dirujuk lewat [1] p.277. Tidak berhasil
diakses gratis (Cambridge Core/SpringerLink berbayar) — klaim yang berasal dari Segall (1996) pada
dokumen ini hanya diverifikasi secara tidak langsung lewat kutipan & rumus yang direproduksi di [1].
[7] Chang, H.-H., & Ying, Z. (1996). A global information approach to computerized adaptive
testing. Applied Psychological Measurement, 20(3), 213–229. https://doi.org/10.1177/014662169602000303
— Sumber primer/asli rumus KL-information. PDF asli tidak dapat diakses bebas-unduh saat penelusuran
(SAGE berbayar; University of Minnesota Digital Conservancy & ResearchGate menolak akses). Rumus pada
dokumen ini diverifikasi lewat [3] dan [5] yang mereproduksi rumus Chang & Ying secara verbatim dan
saling cocok satu sama lain (verifikasi silang independen).